Kunjungan Kerja Gubernur Bali ke SMK Negeri di Kabupaten Buleleng

Rabu, 06 September 2017

Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, pengelolaan Pendidikan Menengah menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi, oleh karena itu pemantauan kelapangan sangat di perlukan guna mengetahui bagaimana keadaan dilapangan.

Selasa, (05/09/2017) Gubernur Bali didampingi Ka. Disdik Provinsi Bali beserta jajaran dan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali mengadakan kunjungan kerja ke beberapa sekolah SMK Negeri di Kabupaten Buleleng. Sekolah yang dikunjungi :

  1. SMK Negeri 1 Busungbiu
  2. SMK Negeri 1 Seririt
  3. SMK Negeri 2 Seririt
  4. SMK Negeri 1 Gerokgak
  5. SMK Negeri 2 Singaraja
  6. SMK Negeri 1 Sukasada

  

Dalam kesempatan ini Gubernur Bali menyampaikan secara langsung kepada Kepala Sekolah untuk menyiapkan/menyampaikan data siswa dari keluarga miskin yang mempunyai keinginan bekerja ke Kapal Pesiar, karena ditahun 2018 salah satu Program Penegentasan Kemiskinan Pemerintah Provinsi Bali adalah memberangkatkan 1000 tenaga yang siap bekerja dan akan dibiayai seluruh administrasi yang diperlukan. Beliau juga menegaskan untuk siswa miskin tersebut agar dibina fokus ke kompetensi untuk bekerja ke kapal pesiar dan memantapkan penguasaan bahasa Inggris sehingga di tahun 2018 siap diberangkatkan dengan kompetensi yang baik.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Bali saat diwawancara menyampaikan “Oleh karena pengelolaan Pendidikan Menengah sudah menjadi tanggungjawab Provinsi maka pemantauan secara langsung apa yang terjadi dilapangan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi existing bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk peningkatan kualitasnya baik dari sisi personil, logistik, kurikulum dan banyak hal yang terkait dalam pengelolaan pendidikan tersebut. Contohnya jurusan-jurusan di SMK yang sulit untuk masuk dalam dunia kerja sehingga peminat untuk masuk pada jurusan tersebut semakin sedikit dan kita tidak bisa memaksakan atau mengarahkan untuk masuk ke jurusan tersebut, sebaiknya jurusan-jurusan seperti ini di rasionalisasi, dan difokuskan pada jurusan-jurusan yang banyak dicari di dunia kerja, sehingga siswa yang tamat pada jurusan tersebut siap untuk bekerja dan tidak ada lagi pengangguran”.

  

  

Informasi