Bantuan Hibah bagi 97 SD dan SMP

Sabtu, 16 Oktober 2010

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( Disdikpora ) Provinsi Bali tahun anggaran 2010 memberikan bantuan hibah swakelola sarana dan prasarana pendidikan kepada 97 sokolah dari tingkat SD dan SMP tersebar di masing – masing Kabupaten / Kota di seluruh Bali, antara lain ; Kota Denpasar memperoleh hibah untuk 3 SD dan 6 SMP, Kabupaten Badung – 7 SD dan 9 SMP, Kabupaten Bangli – 1 SD dan 4 SMP, Kabupaten Gianyar – 6 SD dan 6 SMP, Kabupaten Buleleng – 12 SD dan 7 SMP, Kabupaten Klungkung – 7 SD dan 2 SMP, Kabupaten Karangasem – 7 SD dan 5 SMP, Kabupaten Tabanan – 7 SD dan 7 SMP serta Kabupaten Jembrana hanya 1 SD. Terkait dengan pemberian bantuan hibah tersebut Disdikpora provinsi Bali telah memberikan sosialisasi teknis pengelolaan hibah kepada masing – masing kepala sekolah penerima bantuan, tanggal 1 Oktober 2010 di Aula Disdikpora Bali.

 

Dalam kesempatan tersebut Kadisdikpora Provinsi Bali, I Wayan Suasta, SH, memberikan arahan kepada para Kepala Sekolah penerima Bantuan, dimana Bapak Kadis secara terbuka menyatakan walaupun dalam keseharian beliau kurang memantau kegiatan secara langsung proses pembelajaran yang ada, namun Kepala Bidang, Kepala Seksi sering melakukan hubungan dengan masing – masing Kepala sekolah yang tentunya diharapkan ada kerjasama yang baik dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di provinsi Bali. Secara non teknis dalam kesempatan seperti ini Kadisdikpora selalu mengingatkan terkait masalah yang selalu menimpa Kepala – Kepala sekolah setiap tahun, baik itu TK, SD, SMP, SMA dan SMK dalam setiap ada peluncuran Bantuan, agar para Kepala Sekolah hendaknya hati – hati karena dengan adanya SK Gubernur tentang bantuan soasial, hibah dll. Sering ada SMS beredar yang isinya bahwa Kepala Disdikpora Provinsi Bali meminta dana dan segera kirim ke nomor rekening yang ditentukan dalam SMS tersebut, kejadian ini berulang – ulang baik terhadap Kadisdikpora sebelumnya. Sejak 1.5 tahun beliau sebagai Kadisdikpora Bali sudah sering Kepala sekolah terkena hal – hal semacam itu, walaupun ada yang jujur mengaku kena tipu dan ada juga yang malu mengaku terkena tipu. Untuk itu Kadisdikpora mohon kepada Para Kepala Sekolah mengimpormasikan kepada Komite, para Guru dan Kepala sekolah lainnya agar jangan mudah terkena SMS seperti itu. Kadisdikpora lebih lanjut mengingatkan bahwa dalam pemberian Bansos tidak pernah menginstruksikan, meminta balas jasa kepada Kepala Sekolah maupun Komite Sekolah, Disdikpora Provinsi semata – mata hanya melaksanakan tugas, mendistribusikan anggaran yang disediakan Pemprov Bali untuk mengoptimalkan sarana prasarana sekolah supaya kualitas pendidikan di Provinsi Bali ini bisa meningkat.

Pranata Humas Disdikpora Provinsi Bali // Man Pugra

Informasi